TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ajang reli bertaraf internasional, Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2019 akan digelar di kawasan perkebunan sawit Rambung Sialang Hilir, Medan, Sumatera Utara pada 27 dan 28 Juli mendatang.

Jadwal ini telah dikonfirmasi langsung oleh Ketua Komisi Rally IMI Pusat, Rifat Sungkar.

“Saya sebagai ketua komisi rally menyampaikan bahwa APRC di Medan akan digelar tepatnya pada 27 dan 28 Juli 2019. Jadwal ini merupakan tanggal yang telah diperbarui setelah sebelumnya sempat beredar kabar akan digelar pada 7 Juli,” ungkap Rifat.

Dengan perubahan jadwal ini diharapkan persiapan dalam segala aspek menjadi semakin matang, terutama untuk pemeliharaan lintasan sejauh 160 km yang akan menjadi jarak tempuh para pereli yang ikut bertanding.

“Pengunduran ini menjadi waktu tambahan bagi Indonesia selaku tuan rumah untuk semakin matang dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional sekelas APRC yang memang sudah dinanti-nantikan oleh para pecinta reli,” tutur Rifat.

Ajang APRC Medan juga sekaligus memperlombakan dua putaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Reli 2019, di mana putaran 1 berlangsung di hari Sabtu (27 Juli) dan putaran 2 di hari Minggu (28 Juli).

Saat ini pun sudah tercatat ada tiga peserta mancanegara berasal dari Australia dan Selandia Baru yang akan turut meramaikan jalannya APRC Medan.

Rifat berharap, semoga ini menjadi awal yang baik untuk kebangkitan rally Indonesia dengan adanya keikutsertaan peserta mancanegara akan membuat komunitas rally nasional dapat menjalin hubungan yang positif sehingga ke depan bisa menjalin kerja sama yang semakin baik.

Bagi para pereli yang akan melakukan pendaftaran APRC Medan dapat menghubungi Sekretariat IMI Sumatera Utara (+6261 452 0672) yang berlokasi di Jl. Taruma No. 52, Medan 20112

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asia Pacific Rally Championship 2019 Digelar 27-28 Juli di Medan kata Rifat Sungkar, http://www.tribunnews.com/sport/2019/04/24/asia-pacific-rally-championship-2019-digelar-27-28-juli-di-medan-kata-rifat-sungkar.
Penulis: Toni Bramantoro